“Yang berwarna berapa?” Tanya Faris yang ingin membayar setelah mengeprint.
“Hah?!” pendengaran ku kok dia nanya ‘umurnya berapa?’. Apa aku salah dengar nih? Kok akhir-akhir ini kuping ku rada korslet! Apa musiknya yang kegedean?
“Yang berwarna berapa?” Tanya Faris lagi.
Aku masih memasang wajah bego, ah bodo’ amat deh dia nanya apa, aku jawab sependengaran ku aja.
“19.” Jawab ku singkat, tapi Faris malah tertawa geli sekaligus bingung.
“Yang berwarna berapa?” sekali lagi ia mengulang pertanyaannya, kali ini dapat terdengar jelas oleh ku.
Mampus aku! Malu bukan main! Pantesan aja dia ngetawain aku! Heu.. hahaha ngetawain diri ku sendiri deh aku..
“Ehmm.. seribu.” Jawab ku singkat dan sok cool.
“…”
“Seribu selembar,” aku mengulangnya.
“Owh..” Faris berlalu masih dengan senyum gelinya.
Astaga… aku bego’ banget siyh.. masa sampe salah dengar gitu, kuping ku bener-bener udah korslet niyh.. mana Faris ngetawain aku.. Dia nyadar gak ya kalo tadi aku salah denger? Jiiiaaaaaahh… malu… rasanya mau njebur sumur aja deh… kenapa hidup ku selalu di kelilingi hal-hal yang memalukan siyh…?
Tak lama kemudian Faris, Aji dan 2 orang temannya keluar dari kabin internet nomor 4.
“Mba ngeprint donk,” kata seorang temannya.
Acara ngobrol-ngobrol dimulai dari situ,
“Eh teruz mba yang ini namanya siapa?” Tanya salah seorang dari mereka.
“Kasir tau… lu kagak liat noh bacaannya?” celetuk salah satu yang lainnya.
“Disini namanya aneh-aneh ya, kasir sama operator.”
“Hahaha…” mereka berempat dan semua yang ada disitu tertawa, termasuk aku. Hehe… Tanpa disadari bercandaan semakin panjang sampai akhirnya kertas print yang ditunggu selesai juga.
“Namanya kasir ya mba’?”
Aku bengong, ni orang aneh banget.. Ya jelaslah itu bukan nama aku, dasar Faris, aku bisa tau namanya karena ada di billing client.
“Enak aja, nama aku bukan kasir tau..” jawabku.
“Lha.. ini tulisannya begitu..”
Ucapnya lagi dengan ekspresi dan nada datar.
“Terserah kamu deh..”
Balasku lagi dengan ekspresi BT.
“Halah, basa-basi lu, bilang aja pengen tau nama mba’ nya kan? Kayak gw dong langsung to do point. Namanya siapa mba’?” jawab Aji yang ku tau namanya dari billing client juga, Faris hanya diam.
“Ara..” jawabku singkat sembari memberikan beberapa lembar kertas kepada Faris.
“Ooowhh.. Ara.. namanya bagus.. salam kenal ya mba’..”
“Makasih.. salam kenal juga ya..”
“Mba’ ini siapa?” Tanya Aji sambil menunjuk foto di sebuah gelas dihadapanku.
“Itu aku lah, orang itu gelasku.” Jawabku singkat.
“Tapi koq manisan foto di gelasnya mba’ daripada aslinya?”
Gubrak!! Uuuughhh.. ni orang ngeselin banget siyh..
“Biarin, emang aku jelek koq..” jawabku singkat.
“Manis koq, Ih kita pada pake baju warna item niyh, satu lagi dapet gelas. Gelas ini punya Ara. Hehe..” celetuk Aji.
“Mana boleh lah sama mba’ nya.” Ucap Faris, ia memberikan selembar uang lima puluh ribuan kepadaku. Aku segera memberikan kembaliannya.
“Lagian gw juga mau sama orangnya, bukan gelasnya.. hehe..” celetuk Aji lagi, sambil melemparkan senyum nya pada ku.. Glek! Aku jadi ge-er.. koq aku jadi malu sendiri.. Huhuhu.. cowo semanis ini bilang gitu ke aku.. :D
“Bisa aja kamu bikin aku ge-er, tapi aku ngga punya duit bolong.. hehe..” balas ku.
“Hehe.. Ara juga bisa aja becandanya, awaz lho, tar Ara jadi jatuh cinta lagi ma gw kalo keseringan becanda gini..” Aji melemparkan senyum jailnya kepadaku.sambil berlalu. Dasar cowo aneh.. baru kenal aja udah gila gitu, tapi kalo keseringan ketemu bisa-bisa aku jatuh cinta beneran karena wajah manisnya itu. Hehe..
About Me
- Mutiara Clarisa
- Halo, saya Mutiara Clarisa. Semoga anda senang mengunjungi blog saya :)
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Maret 2009
Kisah Gadis Penjaga Warnet 3
Kalau belum kenal aku banget, orang akan bilang aku jutek dan sombong. Tapi sebenarnya aku ngga begitu koq, kan tak kenal maka tak sayang. Pertama kali mungkin orang mengenal aku sebagai cewe kalem yang pendiem, karena aku masih menjaga image. :D
Dan mama ku masih menemaniku menjaga warnet, sehingga banyak yang bilang aku anak mama. Karena kerja di temani mama dan makan juga masih di suapi mama. :D
Maklum, kami hanya berdua disini, jadi ya mama ku mau kemana lagi kalau ngga menemani aku.
Hingga akhirnya mama ku memutuskan untuk pulang ke kota”C”, dia janji akan secepatnya kembali. Tapi setelah sampai disana, ternyata semua berjalan di luar rencana. Papa tiri ku meminta maaf kepada mama atas apa yang telah terjadi. Dan entah apa yang dilakukannya, mama ku dengan mudah menerima maaf itu dan melupakan semua rencana serta janjinya kepadaku.
Lalu aku berakhir sendiri disini, aku sedih.
Kenapa harus aku yang akhirnya selalu sendiri.
Aku yang selalu sendiri
Disini aku berdiam diri
Mencoba merenungi hari
Yang terasa selalu sepi dan sendiri
Kenapa aku selalu merasa sendiri
Hari ku selalu sepi
Dan tak ada satupun yang mengerti
Hatiku sedih sekali
Semua yang yang ku sayang pergi
Tak tau kapan kan kembali
Dan untuk yang kesekian kali
Aku sendiri lagi
Ada masa dimana aku kesepian, ternyata begini rasanya jadi anak kost. Selama ini aku ngga pernah jauh dari keluarga, dan sekarang saatnya sudah tiba. Mau ngga mau aku harus jauh dari keluarga. Aku sudah besar, jadi ngga mungkin kalau hidup aku terus-terusan harus bergantung pada orang tua. Aku berusaha membesarkan hati, aku ngga mau terus-terusan merasa bahwa aku disini karena suatu keterpaksaan.
Sekarang saatnya aku mandiri, aku harus kerja untuk membantu perekonomian keluargaku, untuk membiayai kuliahku. Karena aku ngga mau merepotkan mereka terus. Aku harus semangat, walaupun aku belum terbiasa, Walaupun pada mulanya aku kesini bukan untuk memulai hidup baru sebagai anak kost.
Ayo semangat, jangan pernah menyerah di tengah jalan. Harus selalu percaya bahwa ada banyak jalan menuju Roma. Mungkin cita-cita aku bukan jadi seorang gadis penjaga warnet. Tapi mudah-mudahan ini salah satu tahap yang harus aku jalani untuk mencapai cita-cita aku.
Dan mama ku masih menemaniku menjaga warnet, sehingga banyak yang bilang aku anak mama. Karena kerja di temani mama dan makan juga masih di suapi mama. :D
Maklum, kami hanya berdua disini, jadi ya mama ku mau kemana lagi kalau ngga menemani aku.
Hingga akhirnya mama ku memutuskan untuk pulang ke kota”C”, dia janji akan secepatnya kembali. Tapi setelah sampai disana, ternyata semua berjalan di luar rencana. Papa tiri ku meminta maaf kepada mama atas apa yang telah terjadi. Dan entah apa yang dilakukannya, mama ku dengan mudah menerima maaf itu dan melupakan semua rencana serta janjinya kepadaku.
Lalu aku berakhir sendiri disini, aku sedih.
Kenapa harus aku yang akhirnya selalu sendiri.
Aku yang selalu sendiri
Disini aku berdiam diri
Mencoba merenungi hari
Yang terasa selalu sepi dan sendiri
Kenapa aku selalu merasa sendiri
Hari ku selalu sepi
Dan tak ada satupun yang mengerti
Hatiku sedih sekali
Semua yang yang ku sayang pergi
Tak tau kapan kan kembali
Dan untuk yang kesekian kali
Aku sendiri lagi
Ada masa dimana aku kesepian, ternyata begini rasanya jadi anak kost. Selama ini aku ngga pernah jauh dari keluarga, dan sekarang saatnya sudah tiba. Mau ngga mau aku harus jauh dari keluarga. Aku sudah besar, jadi ngga mungkin kalau hidup aku terus-terusan harus bergantung pada orang tua. Aku berusaha membesarkan hati, aku ngga mau terus-terusan merasa bahwa aku disini karena suatu keterpaksaan.
Sekarang saatnya aku mandiri, aku harus kerja untuk membantu perekonomian keluargaku, untuk membiayai kuliahku. Karena aku ngga mau merepotkan mereka terus. Aku harus semangat, walaupun aku belum terbiasa, Walaupun pada mulanya aku kesini bukan untuk memulai hidup baru sebagai anak kost.
Ayo semangat, jangan pernah menyerah di tengah jalan. Harus selalu percaya bahwa ada banyak jalan menuju Roma. Mungkin cita-cita aku bukan jadi seorang gadis penjaga warnet. Tapi mudah-mudahan ini salah satu tahap yang harus aku jalani untuk mencapai cita-cita aku.
Langganan:
Postingan (Atom)