Dulu pas mau masuk kuliah saya tertarik untuk mengambil prodi Teknik Informatika, tanpa mengetahui terlebih dahulu tentang bidang tersebut. Hanya karena sebelumnya saya bekerja di sebuah warnet dan tertarik dengan komputer. 1-2 semester awal masih biasa saja karena mata kuliahnya masih dasar, masih ada mata kuliah matematika dan bahasa. Tetapi masuk semester ketiga semuanya menjadi berubah, hampir semua mata kuliah tentang IT. Mulai dari Komunikasi Data, Programmer, Rekayasa Perangkat Lunak, dll.
Saya mulai bingung akan fokus ke yang mana, semuanya tidak ada yang benar-benar saya mengerti. Saat itulah saya mulai merasa salah jurusan, mau pindah sudah tanggung dan mau lanjut khawatir tidak bisa mengikutinya. Dan ternyata tidak hanya saya yang mengalami hal tersebut, ada beberapa teman lain yang juga merasakan hal yang sama. Tetapi pada akhirnya semester demi semester berhasil kami lalui, hingga kami sekarang sudah selesai sidang skripsi dan sedang menunggu untuk wisuda.
Sekarang saya sudah memasuki bulan keempat bekerja sebagai programmer (junior) disebuah developer IT, dan itu bukanlah hal yang mudah. Sebelumnya saya pernah mengikuti sebuah workshop yang diadakan oleh salah satu dosen dikampus karena merasa selama kuliah ini tidak mempunyai keahlian apapun dibidang IT, dalam workshop tersebut saya belajar database dan java programmer. Selama workshop saya termasuk kedalam peserta yang lumayan mengerti dan bisa membantu teman lain saat terjadi error pada program yang sedang mereka buat. Tetapi ternyata sangat jauh berbeda dengan ditempat kerja, saya benar-benar tidak tau apa-apa dan masih jauh dari pantas untuk seorang programmer.
Pikiran saya blank, untungnya ada sedikit mengerti dan pada awal masuk masih dapat bagian untuk mengerjakan report. Terhitung mudah walau masih harus googling query yang masih asing untuk saya, dan masih banyak tanya dengan senior programmer disana. Untungnya saya mendapatkan partner kerja yang menyenangkan dan baik, walau mungkin kadang dia kesal karena saya selalu bertanya.
Dibulan kedua saya mulai masuk ke modul, memperbaiki bugs yang ada pada aplikasi. Ini jauh lebih sulit, saya merasa sangat awam di bidang ini. Padahal bahasa yang digunakan adalah java, yang selama ini saya pelajari dikampus. Melihat teman-teman kerja ngoding seperti menulis sebuah cerita, sangat lancar dan cepat membuat saya merasa minder, bagaimana bisa saya ada ditempat ini. Hari-hari yang saya alami ditempat kerja tidaklah mudah, semua itu karena rasa minder yang saya rasakan. Sempat merasa down dan ingin menyerah saja, tetapi kemudian saya berpikir lagi bahwa bukan saatnya saya mundur. Justru inilah prosesnya untuk saya maju, ada banyak hal yang bisa saya pelajari disini. Dan teman-teman disini, semuanya baik dan menyenangkan.
Sampai bulan keempat saya masih bertahan, saya berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan assignment yang diberikan kepada saya. Tetapi saya masih belum benar-benar bisa mandiri, masih harus selalu bertanya dan dibantu oleh senior. Bisa dibilang hampir semua bugs bisa saya kerjakan karena bantuan dari senior, saya tau dia kesal karena sejauh ini saya masih belum bisa mandiri.
Tetapi sungguh saya telah berusaha untuk bisa dan mendalami bidang ini, dan saya masih belum merasa disinilah passion saya. Tidak mudah mempelajari hal ini, dan keinginan untuk mundur itu masih tetap ada.
Programmer? Apakah saya benar-benar ingin menggeluti bidang ini? Kenapa saya bisa terjebak disini? Adakah saya bisa menjadikan bidang ini sebagai profesi selamanya?
Saya tidak benar-benar yakin dengan jawabannya.
Kalau saja setelah empat bulan ini saya menjadi programmer sama menyenangkannya dengan bermain, sama semangatnya dengan ketika saya mendaki gunung, dan semudah membuat telur dadar. Mungkin baru saya bisa yakin bahwa disinilah saya harus tetap berjuang.
Semoga saya bisa bekerja sebaik mungkin dengan sisa kontrak yang masih tersisa.
Salam programmer :)




