About Me

Foto saya
Halo, saya Mutiara Clarisa. Semoga anda senang mengunjungi blog saya :)

Senin, 31 Agustus 2015

Programmer?

Dulu pas mau masuk kuliah saya tertarik untuk mengambil prodi Teknik Informatika, tanpa mengetahui terlebih dahulu tentang bidang tersebut. Hanya karena sebelumnya saya bekerja di sebuah warnet dan tertarik dengan komputer. 1-2 semester awal masih biasa saja karena mata kuliahnya masih dasar, masih ada mata kuliah matematika dan bahasa. Tetapi masuk semester ketiga semuanya menjadi berubah, hampir semua mata kuliah tentang IT. Mulai dari Komunikasi Data, Programmer, Rekayasa Perangkat Lunak, dll.





Saya mulai bingung akan fokus ke yang mana, semuanya tidak ada yang benar-benar saya mengerti. Saat itulah saya mulai merasa salah jurusan, mau pindah sudah tanggung dan mau lanjut khawatir tidak bisa mengikutinya. Dan ternyata tidak hanya saya yang mengalami hal tersebut, ada beberapa teman lain yang juga merasakan hal yang sama. Tetapi pada akhirnya semester demi semester berhasil kami lalui, hingga kami sekarang sudah selesai sidang skripsi dan sedang menunggu untuk wisuda.




Sekarang saya sudah memasuki bulan keempat bekerja sebagai programmer (junior) disebuah developer IT, dan itu bukanlah hal yang mudah. Sebelumnya saya pernah mengikuti sebuah workshop yang diadakan oleh salah satu dosen dikampus karena merasa selama kuliah ini tidak mempunyai keahlian apapun dibidang IT, dalam workshop tersebut saya belajar database dan java programmer. Selama workshop saya termasuk kedalam peserta yang lumayan mengerti dan bisa membantu teman lain saat terjadi error pada program yang sedang mereka buat. Tetapi ternyata sangat jauh berbeda dengan ditempat kerja, saya benar-benar tidak tau apa-apa dan masih jauh dari pantas untuk seorang programmer.





Pikiran saya blank, untungnya ada sedikit mengerti dan pada awal masuk masih dapat bagian untuk mengerjakan report. Terhitung mudah walau masih harus googling query yang masih asing untuk saya, dan masih banyak tanya dengan senior programmer disana. Untungnya saya mendapatkan partner kerja yang menyenangkan dan baik, walau mungkin kadang dia kesal karena saya selalu bertanya.




Dibulan kedua saya mulai masuk ke modul, memperbaiki bugs yang ada pada aplikasi. Ini jauh lebih sulit, saya merasa sangat awam di bidang ini. Padahal bahasa yang digunakan adalah java, yang selama ini saya pelajari dikampus. Melihat teman-teman kerja ngoding seperti menulis sebuah cerita, sangat lancar dan cepat membuat saya merasa minder, bagaimana bisa saya ada ditempat ini. Hari-hari yang saya alami ditempat kerja tidaklah mudah, semua itu karena rasa minder yang saya rasakan. Sempat merasa down dan ingin menyerah saja, tetapi kemudian saya berpikir lagi bahwa bukan saatnya saya mundur. Justru inilah prosesnya untuk saya maju, ada banyak hal yang bisa saya pelajari disini. Dan teman-teman disini, semuanya baik dan menyenangkan.




Sampai bulan keempat saya masih bertahan, saya berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan assignment yang diberikan kepada saya. Tetapi saya masih belum benar-benar bisa mandiri, masih harus selalu bertanya dan dibantu oleh senior. Bisa dibilang hampir semua bugs bisa saya kerjakan karena bantuan dari senior, saya tau dia kesal karena sejauh ini saya masih belum bisa mandiri.

Tetapi sungguh saya telah berusaha untuk bisa dan mendalami bidang ini, dan saya masih belum merasa disinilah passion saya. Tidak mudah mempelajari hal ini, dan keinginan untuk mundur itu masih tetap ada.





Programmer? Apakah saya benar-benar ingin menggeluti bidang ini? Kenapa saya bisa terjebak disini? Adakah saya bisa menjadikan bidang ini sebagai profesi selamanya?

Saya tidak benar-benar yakin dengan jawabannya.
Kalau saja setelah empat bulan ini saya menjadi programmer sama menyenangkannya dengan bermain, sama semangatnya dengan ketika saya mendaki gunung, dan semudah membuat telur dadar. Mungkin baru saya bisa yakin bahwa disinilah saya harus tetap berjuang.





Semoga saya bisa bekerja sebaik mungkin dengan sisa kontrak yang masih tersisa.




Salam programmer :)

Menikah?

Dear readers...

Saat ini saya sudah berusia 26 tahun, benar-benar hal yang sangat harus disyukuri karena saya masih diberi umur sampai sejauh ini. Seperempat abad lebih, Alhamdulillah sekali.
Dulu waktu masih sekolah saya sangat ingin sekali menikah muda, dalam bayangan saya saat itu pasti akan sangat menyenangkan bila mempunyai anak remaja disaat kita masih berusia dibawah 40 tahun. Tetapi nyatanya sampai saat ini saya masih belum menikah.

Calonnya sih InsyaAllah ada, hanya saja mungkin belum waktunya. Menikah tidak harus tepat waktu, akan lebih baik diwaktu yang tepat. Saat ini saya dan pasangan sedang mempersiapkan untuk waktu yang tepat tersebut, semoga kami diberi kemudahan dan kelancaran sampai hari tersebut.
InsyaAllah satu tahun lagi dari sekarang, semoga semua berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Aamiin...

Semoga Allah SWT benar-benar hanya menuliskan namanya dalam jodoh saya. Saya hanya ingin menikah sekali seumur hidup dengan orang yang benar-benar saya cintai.

Minggu, 09 Agustus 2015

Skripsi?! I'm not affraid.. ;)


Skripsi sudah merupakan momok bagi mahasiswa tingkat akhir.
Gimana ngga?
Gara-gara skripsi bisa terancam jadi mapala (mahasiswa paling lama). 😂

Kira-kira sudah sebulan lamanya masa skripsi berlalu, sidang telah lewat.
Rasanya lega banget, kayak lagi ngangkat karung beras dan karungnya bocor.
Sedikit demi sedikit berasnya berkurang, dan saat selesai sidang skripsi adalah saat dimana semua beras udah tumpah berceceran tinggal karungnya aja.
Enteng banget! Hahaha 😙

Awalnya sih deg-degan banget, duuuuh bakal kayak apaan nih nanti pas sidang.
Bayangan yang serem-serem memenuhi pikiran, sampe mau nyelesaiin skripsinya pun jadi ogah-ogahan.
Niatnya sih mau nyelesain, tapi begitu nyalain laptop yang ada malah nonto film.
Atau kalo lagi ngga ada ide, nyalain laptop sebentar abis itu dengerin lagu dan ketiduran.
Begitu seterusnya sampe tiba waktu seminggu sebelum hari terakhir daftar sidang.

Selama seminggu skripsi dikerjain ngga kenal waktu, ngga tidur semaleman.
Dikantor sampe ngantuk-ngantuk, dan ngga konsentrasi kerja karena kepikiran deadline daftar sidang.
Mana dosen pembimbing cuma bisa ditemuin di waktu-waktu tertentu, pas hari itu mau daftar pas banget si dosen lagi sakit. Sampe akhirnya saya kena sinisan dosen gara-gara maksa minta ketemu buat minta tanda tangan padahal beliau sedang sakit. Sedih juga sih, tapi seharusnya sebagai dosen beliau bisa lebih bijaksana dan ngga perlu emosi. Mengerti juga keadaan mahasiswa/i nya yang juga harus mengejar sidang. 😤

Yang punya masa-masa menyedihkan saat skripsi mana suaranyaaaaaa? Hahaha 😝

Semua saya terima dengan sabar, walaupun hati udah ngga karuan. Pokoknya harus ikut sidang pertama supaya bisa ikut wisuda gelombang pertama biar pas dengan waktu mama saya lagi ada di Indonesia. Dan Alhamdulillah akhirnya sidang skripsi terlewati dan sekarang sedang dalam masa menunggu wisuda. Ya walau masih banyak revisi juga sih setelah masa sidang, belum lagi masih ada demo program. Tapi harus tetap semangat, semua berjalan lancar berkat doa mama tercinta dan tentunya dukungan dari orang-orang tersayang.
I love you all.. kiss and hug with love..