Mutiara Clarisa
Terkadang ada hal-hal yang tidak bisa kita ucapkan..
About Me
- Mutiara Clarisa
- Halo, saya Mutiara Clarisa. Semoga anda senang mengunjungi blog saya :)
Minggu, 22 Desember 2019
Menikah?
Dulu waktu masih pacaran, kepengen banget menikah. Dengan tujuan bisa tinggal bersama, sharing segala hal, ketemu setiap hari. Dan banyak hal lain yang belum bisa dilakukan bila belum menikah.
Bayangan kita adalah menikah itu menyenangkan, bisa bersama dengan orang yang kita cintai setiap hari. Sesimple itu..
Sehingga ketika ada orang-orang yang memandang rendah hubungan kita, rasanya seketika amarah kita naik pitam. Hmm, namanya juga sedang kasmaran. Haha
Biasa kalau lagi bucin-bucinnya gitu ketika hubungan disinggung sedikit langsung marahnya minta ampun..
Tetapi guys, pernikahan tidak sesederhana itu..
Hmm dulu sih ya saya ngeyel kalau ada yang ngomong "Coba pikirkan lagi, bener apa ngga mau nikah? Serius apa ngga, menikah itu ngga mudah lho!"
Jawaban saya ya, ya, ya.
Ngeyel gitu, kekeuh mau menikah.
Dan akhirnya tiga tahun yang lalu saya resmi menikah dengan suami saya sekarang.. Dan Alhamdulillah masih dan InsyaAllah selamanya sampai akhir hayat kami selalu berpasangan.. Aamiin..
Didalam pernikahan ada banyak hal yang terjadi, dan mau tidak mau harus kita hadapi..
Ada suka ada duka, ada tangis dan tawa, tidak ada pernikahan yang selalu bahagia..
Ada banyak masalah yang harus kita hadapi, masalah perbedaan pendapat, masalah ego kita masing-masing, masalah keluarga dari kedua belah pihak, masalah ekonomi..
Dan masih banyak lagi masalah lain yang harus bisa kita hadapi..
Intinya adalah bagaimana dari kita masih-masing individu bersikap dalam menghadapi hal tersebut..
Kedewasaan kita menentukan bagaimana keharmonisan rumah tangga kita..
Dan yang paling penting adalah cinta, bagaimana caranya agar setiap hari kita semakin mencintai pasangan kita..
Karena dengan cinta, semua masalah akan mudah dihadapi, dan kita akan dengan mudah menahan ego kita. Karena rumah tangga dan pasangan kita lebih penting dari ego dan rasa amarah kita..
Dan ketika setiap hari cinta itu semakin tumbuh untuk pasangan kita, maka tidak ada kesempatan bagi orang ketiga untuk masuk..
Lalu bagaimana kehidupan pernikahan saya selama tiga tahun ini?
Hmm, manis asam asin, rame rasanya..
Hehe benar-benar seperti nano-nano..
Ada banyak hal tidak terduga yang terjadi, tapi kita harus menerima semua itu, harus menjalaninya dengan suka cita..
Terlebih selama tiga tahun menikah kami masih belum juga mempunyai keturunan, positive thinking aja terus.. InsyaAllah ketika kami sudah benar-benar siap, Allah SWT langsung memberi kami keturunan kembar 3. Aamiin hehe
Bagaimana menghadapi omongan orang-orang?
Alhamdulillah aku adalah tipe yang tidak terlalu perduli dengan omongan orang..
Mereka hanya bisa mengomentari, tapi tidak menjalani apa kehidupan kita.. Jadi ngga usah pedulikan omongan orang-orang yang ngga tau apa-apa.. Karena capek juga kan menjelaskan hal yang sama berulang kali..
Untuk masalah ekonomi?
Tentu saja kami mengalaminya, keuangan kami masih belum stabil.. Ada banyak pengeluaran tetapi pemasukkan tidak mendukung.. Hampir semua rumah tangga pasti pernah mengalami ini..
Alhamdulillah selalu saja ada rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka.. Selalu ada jalan untuk menyelesaikan masalah apapun dengan kepala dingin dan hati yang bahagia..
Berbicara kasar bahkan sampai terucap ingin cerai?
Pernah.
Tetapi itu termasuk ujian dalam pernikahan, bagaimana caranya setelah hal itu terjadi kita bisa mencintai pasangan kita seperti tidak pernah terjadi apa-apa..
Kembali bercanda dan saling bermanja setelah pertengkaran dan adu mulut yang luar biasa..
Bagaimana kita selalu bisa memaafkan pasangan kita dan meminta maaf atas kesalahan kita..
Karena pernikahan ini, karena dirinya, merupakan bagian paling penting dari kehidupan kita..
Dan kita tidak akan pernah siap untuk kehilangan moment-moment bahagia bersama mereka..
Dari sekian banyak ujian yang terjadi didalam pernikahan tersebut, jangan pernah membuat kita ragu dan jangan pernah takut untuk menikah, yang penting orang yang kita nikahi itu adalah orang yang kita cintai dan pilihan kita sendiri..
Semangat ya ges..
Menuju pernikahan yang sakinah, mawadah dan warohmah..
Langganan:
Komentar (Atom)
